Part 22

1319 Kata

Alina gelisah. Di sisinya, Rani tidur dengan nyenyak. Halus dengkurnya terdengar, sementara napasnya naik turun terartur. Terbiasa tidur di kasur kapas yang sudah lepek dan keras, membuatnya semakin pulas kala menyentuh kasur yang luar biasa empuknya. Mala mini Daniel memboyong seluruh keluarga Alina untuk menempati rumahnya, sementara pria itu sendiri memilih pergi entah ke mana. Damar dan Dito sangat gembira, mendapatkan kamar yang bagus dengan kasur empuk. Namun, berbeda dengan Alina, ia justru gelisah. Tidak dapat memejamkan mata, bukan sebab gugup oleh pernikahannya esok pagi. Namun, sebab mimpi buruk yang membayangi. Sudah lewat tengah malam, matanya masih enggan terpejam. Resah dan gelisah, tatapan monster dan seringaian iblis hadir menakutinya. Bayangan malam j*****m itu hadir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN