Permainan yang sangat payah, tetapi tingkah keduanya sangat menghibur. Menyaksikan dari sofa, Mbah Sena tiada henti tertawa melihat mereka saling berebut bola, menendangnya ke sana-kemari untuk mencetak gol. Riuh teriakan-teriakan dua bocah itu sudah menyerupai suporter sepak bola di lapangan. Lapangan tenis di halaman rumah sedang dalam pengerjaan, Mbah Sena membiarkan sementara dua bocah itu main bola, mobil-mobilan, hingga bulut tangkis di dalam rumahnya yang sangat luas. Sudah dua hari, rumah besar yang selalu sepi dan dingin itu, diwarnai tawa dan celoteh dua bocah laki-laki. Rumah terasa sangat hidup. Pelayan sibuk menyediakan makanan untuk mereka, menggantinya secara berkala. Damar dan Dito luar biasa, selain aktif suka bikin heboh, mereka juga makan sangat banyak. Mbah Sena sen

