Uci berjalan malu-malu ke arah ruang TV di mana suami dan mama mertuanya sedang berada. Oh tentu tadi ia melaksanakan anjuran Reza untuk becermin dan benar-benar memakai pakaian yang bisa menutupi kulit tubuhnya bahkan sampai ke pangkal leher. “Ma,” panggil Uci sungkan, kedua tangannya menepuk paha kemudian mendekat pada ibu dari suaminya itu. Yunita Sagara yang dari tadi menampilkan raut serius pada sang putra semata wayang yang sedang melahap mie rebus buatannya sambil sesekali memperhatikan layar TV langsung tersenyum lebar dan memeluk juga menciumi wajah menantu kesayangannya. Sekarang terserah Reza mau menantikan mienya dingin atau tidak akan menghabiskannya sama sekali, Yunita tidak peduli lagi. “Hai sayang, gimana kabarnya?” “Baik Ma, alhamdulillah. Mama sama Papa baik kan?” “

