10.2

1010 Kata

Adri mencibir namun beberapa detik kemudian ia kembali menoleh pada Bian yang kini sudah kembali menatap ke arah depan. Apa Adri tidak salah dengar? “Adik ipar?” tanya Adri mengulangi kata yang ia dengar. “Hm,” Bian mengiyakan dengan gumamannya. “Aku ga sudi punya adik ipar macam dia lagian gimana bisa dia jadi adik iparku?” Adri merasa Bian membodoh-bodohi dirinya sekarang. Apa gadis ini pikir karena Adri menyukainya maka Adri akan menelan bulat-bulat apa yang ia katakan? “Kamu harus sudi dan yang akrab ya sama adik ipar kamu.” Nada riang Bian sekali lagi membuat Adri semakin bingung. Adri berpikir apakah ia melewatkan sesuatu? “Kamu memang melewatkan banyak hal, salah kamu yang ga mau bersenang-senang sama aku. Aku dan Fateh, we had so much fun,” ucap Bian ketika Dafka menarik kursi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN