Reza menepati ucapannya. Setelah pria itu selesai mandi ia langsung memeluk Uci, membawa istrinya itu ke ranjang untuk tiduran. Tidur Reza sudah tidak nyenyak sejak berpisah dengan perempuan cantik ini. Kalau saja perintah yang Uci berikan padanya untuk mengeringkan rambutnya terlebih dahulu tidak terdengar seperti rengekan di telinga Reza, pria itu bahkan tidak akan mau melepaskan tubuh Uci hanya untuk menggesekkan handuk di kepalanya. Membuat helaian rambutnya setengah kering. Kini posisi keduanya di atas ranjang adalah Reza yang memeluk Uci di dadanya. Padahal dia lah yang mengaku mengantuk tapi dia juga yang sedang mengusap-usap kepala Uci. Apa tidak terbalik? Bukannya seharusnya Ucilah yang mengusap-usap kepala suaminya itu? “Sayang.” Panggilan Reza membuat Uci mendongak. “Bisakah

