10.8

947 Kata

Fateh berdecak malas melihat sekarang Bian bersikap takut-takut di depan Papanya. Matang Bian hari ini, pasti. Kakak, Papa dan bahkan mantan sok kerennya itu sedang berdiri angkuh di depannya. Fateh tau ini tidak akan selesai dengan mudah dan semakin lama ia di sini bukan berarti ia akan ikut terseret. Makanya Fateh merasa ia perlu mengambil langkah yang tepat demi keselamatan dirinya. “Misi Om, mengganggu dulu. Saya ada perlu sama Bian.” “Mau apa lagi si lo?” “Bian kan gue bilang? Bukan Biang... kerok.” Fateh bahkan sempat mendecih kesal sebelum menatap Bian dengan wajah biasanya. “Bi?” “Eh iya, bentar ya.” Bian pergi meninggalkan semua orang yang tampak berebut ingin mendapatkan penjelasannya darinya dan memasuki kamar. Tak lama kemudian ia kembali dengan katu ATM miliknya dan mengul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN