Hasbiya keluar dari kamarnya, ia melihat Lintang menggendong bayi yang tak lain anaknya sendiri. Wanita itu merasa sedih karena harus berpura-pura seolah tak tau apapun. "Hasbiya, saya mau bicara sama kamu. Ikut saya keruang kerja saya." Ucap datar Arvi membuat Hasbiya mengerucut sebal. Arvi ingin Hasbiya jujur, ia mungkin harus mendesak istrinya. Sejak kejadian Dani ia lebih waspada, banyak kemungkinan terjadi. Dan Arvi tidak bisa membahayakan Hasbiya lagi. Dada Hasbiya rasanya berdetak kencang ketika memasuki ruang kerja Arvi. Apalagi saat Arvi menatapnya dingin, seperti ingin menerkam. "Ada apa?" Lontar Hasbiya dengan nada ketus. Arvi memicing matanya kesal seolah wanita itu sama sekali tak bersalah. "Kamu nggak merasa bersalah? Apa yang terjadi tidak membuat kamu berpikir jernih."

