Saat esok hari tiba, Hasbiya merasa dirinya tidak nyaman, suhu tubuhnya tidak panas, tapi entah mengapa ia menjadi lemah, dia tak mampu untuk bangun. Padahal malam tadi ia baik-baik saja. Kepalanya juga mendadak pusing sekali. Wanita itu mencoba turun dari ranjang, tapi tubuhnya begitu bergegar. "Nurul mana ya? Hmmm.. napasku terasa sesak." Ucap Hasbiya sembari menurunkan kakinya bergantungan diranjang. Napas semakin tersekat rasanya ada batu besar menghantam tenggorokannya. Entah apa yang terjadi pada dirinya. Sekarang Hasbiya menelusuri dinding untuk keluar dari kamar Nurul. "Nurul.. Nurul.." Suara Hasbiya terdengar sentak. "Rul, to.. tolong aku." Tambah Hasbiya dengan susah payah. "Astaga, non. Kenapa?" Syukukrnya ada Bi Siti yang kebetulan lewar membersihkan ruangan atas. Bi Siti s

