Setelah semalam berbincang dengan Sigit. Pagi harinya Arvi menghubungi Nurul meminta alamat paman Hasbiya. Arvi hanya bertemu saat beliau menjadi wali pernikahan mereka. Padahal mereka menikah satu tahun setengah tapi dia baru sekarang mengetahui alamat paman dari istrinya. Tampak rumah tidak besar, tapi lebih besar dari rumah Hasbiya di desa. Ia melihat keadaan yang cukup sepi dirumah itu, Arvi mengetuk pintu sambil mengucap salam. "Assalamualaikum." Beberapa kali Arvi mengetuk pintu terpampang seorang membuka pintu. "Wa'alaikumsalam." Pria paruh baya tersenyum menyambut kedatangan Arvi. "Cari siapa?" Tambah laginya. "Om lupa dengan saya?" Pria paruh baya itu tampak mengeryit mendengar kalimat Arvi. "Saya Arvi suami Hasbiya keponakan Om Darma 'kan." Jelasnya langsung membuat Darma meng

