36. ARVI CURIGA

1322 Kata

Subuh harinya Hasbiya terbangun, ia tidak menemukan Arvi dikamarnya. Ia mencari Arvi, Hasbiya tahu sekali tempat Arvi tidur dimana lagi kalau bukan ruang kerjanya. Hasbiya melangkah pelan, ia berdiri dibalik pintu. Ia membuka sedikit pintu ruang kerja Arvi yang ternyata lelaki itu masih tertidur. "Dia gak sholat ya. Kenapa belum bangun juga." Hasbiya mengerucut bibirnya, ia merasa kesal kenapa Arvi tidak tidurnya. Kenapa lebih memilih ruang kerjanya, padahal mereka kan suami istri. "Hasbiya." Panggil Nurul memukul pelan pundak sahabatnya, membuat Hasbiya terjenggit kaget hingga membuatnya terjatuh, sampai-sampai pintu itu terbuka lebar dan menyadarkan Arvi dari tidurnya. "Ngapain kamu disitu? Ngintip aku? Hah?" Celetuk Arvi bangkit seraya mengucek matanya. 'Aduh.. mati aku! Ketahuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN