Hasbiya, Arvi dan Nurul baru sampai di rumah besar Arvino. Arvino hendak menolong Hasbiya keluar dari mobilnya. "Biar aku bantu. Nurul gak akan mampu memboyong kamu." Hasbiya mengerucutkan bibirnya melirik Arvi. "Awas ya cari kamu macam-macam." "Hmmmm..." Arvi tak kuasa mendengar cercahan demi cercahan dari mulut istrinya sendiri. Arvi memboyong Hasbiya ke kamar yang biasa Hasbiya gunakan. Ada satu hal yang membuat Arvi heran, Hasbiya sama sekali tidak merasa heran dengan rumah besar. Ia ingat betul, pertama kali Hasbiya memasuki rumahnya. Perempuan itu terpana, tapi kali ini Hasbiya tampak biasanya saja. "Ini kamar kamu. Kalau ada apa-apa atau butuh suatu kamu bisa bilang Bi Siti atau saya." Seru Arvi setelah membaringkan Hasbiya diranjang, lalu lelaki itu melangkah keluar. "Makasih

