Sepanjang jalan menuju kota bandung, Arvi memikirkan apa yang dikatakan Lintang padanya. Mendengar Hasbiya mengingat Danu sudah berhasil membuatnya cemburu, apalagi jika Hasbiya langsung bertemu dengan Danu. Mungkin akan membuat Arvi frustasi. Untung saja ada Dino saat ini hingga Arvi tidak perlu menyetir, ia duduk dibangku penumpang bersama Hasbiya. Hasbiya merasa heran, pasalnya Arvi tidak bicara apapun sejak keluar dari hotel. Tampak pria itu termenung dengan melihat pemandangan di jendela luar yang tertutup. "Mas Arvi.." Hasbiya menowel pundak Arvi pelan. Pria itu masih tak bergeming. Arvi masih sibuk dengan pemikirannya tentang Danu, dan buruknya lagi ia takut kehilangan Hasbiya. "Mas.. kamu melamun ya." Karena kesal Hasbiya memukul pundak Arvi dengan kuat. Arvi tersadar membuyark

