Arvi ditemani Dino menghampiri Danu dikantor Widodo Kusuma. Ia berusaha bicara baik-baik dengan apa yang Dani lakukan pada perusahaannya. Ini hanya sebuah taktik yang akan Dani mengira Arvi menyerah. Ia menunggu diruang tamu kantor itu, lantaran Dani sedang rapat penting. "Ar, lu yakin cara ini akan berhasil." Tanya ragu Dino. "Lu cukup temani gua disini. Dokter harus diam tanpa menganggu pembisnis." Cibir Arvi membuat Dino merasa tersentil. "Gua memang dokter, tapi jika lu lupa. Keluarga gua pembisnis besar." Ucap sinis Dino membuat Arvi terkekeh. "Astaga! Baperan lu kayak bocah. Gua juga tahu lu juga ngerti bisnis tapi masalah lu sekarang nggak berada di kantor besar milik keluarga lu. Paham!" Sepertinya Dino sadar jika berdebat dengan Arvi harus menahan amarahnya juga. Sahabatnya i

