Bab.10 Bab.

729 Kata

  "Hahahaha... Kak Yuda benar-benar deh."   Deg.....   "Kak Yuda?! Apa benar itu dia?" Lirih ku pelan.   Aku makin penasaran rasanya, dan perlahan aku mengayunkan kakiku menuju pintu kossan tanpa memberikan suara. Mataku membulat, dia benar Kak Yuda pacarku. Mereka berdua tengah duduk di kursi kayu panjang di dalam sambil menatap layar ponsel, sepertinya itu ponsel Kak Yuda. Mereka saling terkekeh. Sejak kapan mereka seakrab ini?   Rasanya hatiku terasa sakit melihatnya, agak nyut-nyutan di dalam dadaku.   "Aaww...."   Aku meringis kesakitan, tapi kali ini bukan karena sakit di hati. Tapi tumit kakiku terasa sakit. Aku membungkuk dan langsung melepaskan sepatu high heels yang menyiksa di kakiku selama seharian penuh, sebenarnya ukurannya pas. Tapi aku tidak nyaman memakainya.   "Din

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN