Bab.11 Bab.

775 Kata

  "Boleh Kak." Sahutku, aku memang benar-benar lapar.   "Ya sudah kau bersihkan diri dulu. Aku akan beli nasi goreng untukmu." Ucapnya seraya berjalan keluar kossan.   "Dinda kamu serius mau kerja dengan orang aneh itu?" Tanya Ririn sambil duduk di sampingku.   Aku bangun dan mencari-cari charger ponselku di dalam lemari lalu, setelah ketemu aku menyambungkannya pada stop kontak dan memasukkan kabelnya ke ponselku.   "Habis aku mau kerja apa lagi Rin, kan susah cari kerja."   "Iya sih. Tapi orangnya bagaimana Din?"   "Galak." Sahutku.   ***   Pagi hari menjelang, suara ketukan pintu yang hampir di ketuk berulang kali tak kunjung mendapatkan respon. Dua orang penghuni kossam masih sibuk dengan mimpi mereka masing-masing.   Tok.... Tok... Tok.   "Permisi." Ucap laki-laki itu, pungg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN