Andre masuk ke dalam kantornya, Heri sudah standby menunggunya di depan kantor sambil membawa beberapa berkas. Karena hari ini Andre ada meeting dengan beberapa rekan bisnisnya. "Ndre berkasnya sudah siap, meeting sebentar lagi di mulai. Aku sudah menyiapkan semua materinya," ucap Heri seraya mengikuti langkah kaki Andre yang masuk ke dalam lift. "Oke Her." Sahut Andre seraya membenarkan jas. "Dinda tidak ikut ke kantor? Apa kau sudah pecat dia?" Tanya Heri dengan tangan yang sudah menggenggam erat, mereka berdua sudah berada di dalam lift dan hanya berdua. Andre menghela nafas. "Itu tidak mungkin Her, aku butuh dia jadi pacar pura-pura ku." "Nanti kamu jatuh cinta bagaimana?" Tanya Heri menatap cemburu. Andre mengelus pundak Heri dengan lembut, "itu tidak mungkin. Aku

