'Mas? Konyol sekali dia? Kenapa tiba-tiba memintaku memanggil ucapan seperti itu' batin Dinda. "Tapi, kenapa Pak?" "Kau tidak perlu bertanya apa alasannya, turuti atau kau ku pecat!" Pekiknya mengancam. Dinda menghela nafas berat. "Baik Pak." Sahut Dinda pasrah. "Pak katamu? Kau bilang apa? Panggil apa!" Pekiknya di telepon. Dinda sampai menjauhkan ponselnya pada telinga dan mengusap-usap nya. Dia merasa gendang telinganya seakan hampir pecah. Kenapa Andre selalu emosi dan suka teriak-teriak. "Iya maaf. Maksud saya Mas Andre." "Bagus!" Sahut dengan mantap seraya menutup telepon. *** Setelah selesai meeting mereka semua pamit keluar dari ruangan itu, Heri sudah pergi duluan ke ruangannya. Dan Andre keluar belakangan, dia berjalan menuju ruangannya sambil memaink

