Andre menggeserkan posisi duduknya hingga membelakangi Dinda. "Pijat bahuku!" Perintahnya seraya menepuk bahu. "Apa Pak... Ah maksud saya Mas." Dinda segera meralat ucapnya dengan segera karena takut di sembur oleh Andre. Sementara itu, Heri tengah membungkuk dan menempelkan telinganya ke arah pintu ruangan Andre. Awalnya dia ingin langsung masuk tapi dia begitu penasaran dengan apa yang mereka berdua lakukan di dalam tanpa sepengetahuan nya. jadi, Heri memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka. "Kau tuli! Apa aku harus mengulang kata-kata ku lagi!" Ucapnya sambil menoleh sedikit kearah Dinda. "Baik..." Dengan cepat Dinda berdiri dan mengangkat tangannya ke atas bahu Andre, dia mulai memijitnya secara perlahan layaknya tukang pijit 'apa-apaan ini. Tugas asisten begitu

