Bab.19 Bab.

1037 Kata

  "Ah iya, benar." Sahut Andre, dia sedari tadi bengong. Entah apa yang dia pikirkan dalam benaknya, "boleh saja kalau kau mau menemuinya, tanya saja ke resepsionis depan."   Dinda bangun dan berdiri. "Terima kasih Mas, saya hanya sebentar saja kok. Saya janji." Ucap Dinda seraya berjalan keluar dari ruangan.   Andre di tinggalkan sendiri, dia masih duduk di posisi yang sama.   "Apa Dinda segitu cintanya sama pacarnya, si Yuda itu?" Lirihnya pelan.   "Ah... Dinda kan memang pacarnya, wajar kalau dia cinta. Tapi kok perasaan ku agak aneh gini ya...."   Andre memegangi dadanya yang terasa begitu sesak. "Aku kan tidak punya riwayat penyakit asma. Kenapa sesak sekali."   Dinda langsung masuk ke dalam lift, tidak menunggu waktu yang lama lift itu terbuka. Dan dia benar-benar sangat berunt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN