Dia seperti sedang memberikan penawaran padaku. Apa katanya tadi? Dia setuju tinggal bersamaku dengan catatan aku harus bicara pada pacarnya, sepenting itu kah harus di jelaskan. Benar-benar menyebalkan, kenapa aku tidak suka dengan penawarannya itu. Padahal aku pernah mengajaknya tinggal bersama. "Memang kau tidak takut kalau tinggal bersama ku? Kata kamu waktu itu kita bukan muhrim." Sahutku memiringkan bibir. Coba kita lihat apa jawaban dari bibir seksinya itu. "Tapi di rumah Mas Andre ada Bi Darmi kan? Saya bisa tidur dengannya, dan saya juga yakin kalau Mas Andre tidak akan berbuat macam-macam pada saya." Apa maksudnya? Dia ini sedang memuji atau menghinaku? "Tidak macam-macam bagaimana? Aku tidak bisa menjaminnya Dinda." Aku seperti tengah menggodanya bukan sih, rasanya

