Rasanya baru sebentar Gita tertidur, saat tiba-tiba seberkas cahaya matahari menyilaukan wajahnya. Gita harus menghalangi cahaya itu dengan telapak tangannya agar tidak menyilaukan wajahnya lagi. Terlalu terang untukku, kenapa gordennya terbuka perasaan aku sudah menutupnya semalam. Gadis yang sering loading lama dalam berpikir itu rupanya melupakan sejenak berbagai rentetan kejadian semalam. “Hoahmmm!” Gita menguap, ia lalu melihat ke arah jam wekernya, dan sudah menunjukkan pukul 6.30 di sabtu pagi. “Astaga! Apa-apaan ini? Aku bangun kesiangan!” Tanpa memikirkan lagi soal alasan gorden yang terbuka ataupun sebuah lipatan baju yang berada di meja dekat ranjangnya, Gita langsung beranjak menutupnya dan lekas bersiap-siap. Ya, tepat sebelum matahari mulai nongol, rupanya Evgen sudah s

