Prolog
“Terimalah hukuman dari langit, Ya, Yang Maha Pencipta turunkanlah keadilan padaku dan seluruh rakyat yang menderita karenanya.” Surva mengarahkan jari telunjuknya ke arah Raja Evgen yang sedang berdiri di suatu tempat tinggi dan berbalut dengan kostum mewah khas kerajaan. Di sampingnya ada penasehat kerajaan yang mendampinginya, beserta sejumlah prajurit pilihan yang selalu siap siaga di belakang bersamanya.
“Sang Raja akan menerima karmanya menjadi sebuah boneka, yang tak bergerak untuk menebus kekejamannya, semua akan berakhir ketika boneka itu berpindah kepemilikan yang ke 7 dan menemukan seseorang yang mampu menyelamatkannya dari kutukan, Sang Raja akan memiliki waktu tertentu untuk bisa bergerak dan kembali ke wujud manusianya setelah itu, namun kutukan itu akan sepenuhnya hilang apabila Sang Raja di masa depan mampu menjadi penolong orang-orang tertindas terutama seseorang dari keturunanku!” Seketika langit bergelegar, menghantarkan petir ke seantero negeri yang tiada henti-hentinya, sebagai pertanda bahwa itu adalah awal permintaan Surva diterima langit.
Wanita tua itu tersenyum dengan penuh kemenangan, meski sebentar lagi pisau besar tajam akan membelahnya menjadi dua bersama seluruh anggota keluarganya. Tak ada lagi kata-kata terakhir, Raja Evgen menyuruh algojo segera mengeksekusi Surva dan keluarganya hanya dengan anggukan kepalanya.
Krash!
Kepala itu menggelinding begitu saja, darah segar keluar bak air mancur merah dari dalam lehernya yang terpotong. Dengan penuh kengerian Raja Evgen dan para rakyat yang melihat kejadian naas itu. Para orang tua menutupi mata anak mereka yang nekat ingin melihat.
Algojo beranjak memungut kepala Surva, dan mengangkat rambutnya tinggi-tinggi, memberitahukan bahwa eksekusi berhasil dilaksanakan. Raja Evgen mengamati lekat-lekat penggalan kepala yang tampak bergoyang-goyang itu, hatinya tiba-tiba berdesir, entah ada sesuatu yang merasukinya seperti sebuah ketakutan besar mengancamnya.
Mata surva tampak terpejam, Sang Raja kembali mengamati lekat-lekat..
Namun…
Tiba-tiba kelopak mata Surva yang seharusnya sudah tak bernyawa itu bergerak..
Raja semakin penasaran dan mendekat, apakah penglihatannya salah?
Dan ketika posisinya hanya berjarak beberapa meter saja, Mata Surva kembali terbuka!
Raja Evgen shok, ia mundur beberapa langkah, tapi justru sepasang mata itu memerah dan melotot ke arahnya.
“Hah dia masih hidup!” Teriak Sang Raja.
Seluruh pasang mata menatap heran sang Raja yang tampak ketakutan dan mulai berkeringat. Raja melihat sekelilingnya, semua orang tampak memandangnya dengan tatapan aneh.
“Algojo! Singkirkan kepala itu!” Perintah Raja Evgen lantang.
Algojo itu dengan patuh segera melempar kepala itu, ya dilempar dengan sekuat tenaga, namun, tidak!!!
Raja Evgen histeris luar biasa, kepala itu justru dilempar ke arahnya! Kepala Surva yang berlumuran darah yang terus menetes itu terbang ke arahnya sembari menyeringai tajam.
“Tidak! Jangan! Tolong!!!”
Sang Raja yang tadinya tampak angkuh dan berkuasa, kini bagaikan anak kecil yang berlari terbirit-b***t ketakutan, jubah kebesarannya membuatnya tersandung dan terjelungup.
“Jangan, jangan! Menjauhlah!” Raja Evgan tampak terus berusaha mengusirnya, ia terus berteriak pada orang-orang yang berada di sekelilingnya untuk meminta bantuan.
Namun, mereka justru ikut menyeringai ngeri, bahkan algojo, penasehat, mayat-mayat yang sudah dieksekusi bangkit dan berjalan ke arahnya seraya berkata, "Rasakanlah! Rasakanlah! Rasakanlah!" Ujar mereka bersahut-sahutan dengan ekspresi datar, wajah pucat seperti sekumpulan mayat hidup yang akan mengeroyoknya dan akan menyantapnya hidup-hidup.
“Tidakkkkk!” Sang Raja yang tampak menyedihkan itu berusaha melindungi wajahnya dengan kedua lengannya.
Sinar matahari menyilaukannya, seketika pandangannya terbuka. Rupanya ia bermimpi! Mimpi itu lagi. Mimpi yang terus membayanginya sejak kejadian itu, ya kejadian yang berdasar atas kisah nyata tentang masa lalunya, jika di kejadian sebenarnya, kepala sang penyihir tak benar-benar terbang, itu hanyalah halusinasinya saja sejak kepala Surva terpisah dari tubuhnya. Ia ingat betul akan kejadian sebenarnya. Namun, entah kenapa justru hari eksekusi itu menjadi teman mimpi buruknya dan berubah menjadi semakin mengerikan. Ya, tapi mimpi buruk itu bukanlah apa-apa, ada hal lain yang jauh lebih mengerikan soal kehidupannya setelah itu. Sang Raja justru berumur panjang, bahkan sampai ratusan tahun sehingga ia bisa menyaksikan berbagai pergantian zaman. Mungkin bagi sebagian orang ingin sepertinya memiliki umur panjang, awet muda. Namun, jangan salah, ketika kau tau apa yang dialami sang Raja kemudian, pasti akan membuatmu urung untuk memiliki hidup lama seperti dirinya, Sang Raja terpenjara dalam sebuah tubuh bonekanya! Ya, boneka manekin.
***