Malam semakin merayap dan dingin mulai menusuk ke dalam kulit pipi tirus si pengojek online, pun sama dengan nyamuk-nyamuk tak tau diri yang menyerbu tanpa permisi ke wajahnya dan juga telapak tangannya semakin membuatnya mulai tak betah berlama-lama di sana. Sudah dua puluh menit berlalu sejak penumpangnya itu masuk ke dalam rumah tua itu, namun sampai saat itu belum juga sosok batang hidungnya terlihat kembali, padahal ia sudah hampir menghabiskan 3 batang rokok selama dirinya berada di sana. Detik demi detik berlalu dan kerap berkali-kali si tukang ojek mengintip dari kejauhan, nyatanya pria yang tinggi dan memiliki wajah rupawan tak seperti dirinya itupun tak kunjung kelihatan. “Jika terlalu lama katanya aku boleh pergi. Apa aku pergi saja? Siapa tahu memang orang itu ingin menginap d

