Drrt drrt drrt! Suara ponsel Gita bergetar di antara saku celananya, benda itu mampu membuyarkan lamunannya yang sudah berlangsung beberapa menit itu. “Halo, iya Na?” “Gita kamu di mana sih? Ditungguin nih dari tadi dan dicariin kemana-mana nggak ada, mana dari tadi telepon juga baru diangkat!” Gerutu Nana di seberang telepon. Tenangkan dirimu, Gita.. masalah baru segera muncul, kamu harus tenang cantik.. Mari kita cari solusinya satu per satu.. Kata Gita bermonolog dalam hati seraya mengelus dadanya yang masih berdebar tak karuan. “Maaf, tadi aku harus buru-buru balik ke apartemen dulu, gegara ingat jika kamarku sangat berantakan, kau tau sendirikan tadi pagi cerita saking lelahnya kemarin gegara lembur membuatku tidur sampai pagi?” Ucap Gita beralasan. “Lalu?” “Nah, karena itu aku

