MULAI BEKERJA

1007 Kata
"Nyonya, anda sudah bangun pagi? Tidak biasanya anda bangun lebih awal." Sapa pelayan yang masuk ke dalam kamar Sena sambil membawa nampan berisi sarapan. Sena yang sedang berdiri di depan cermin satu badan dan memutar badannya untuk melihat pakaian yang dipakainya untuk kerja hari ini, otomatis menoleh. "Ah, terima kasih sudah membawanya." "Tidak masalah, saya senang melihat anda sudah kembali sehat seperti saat pertama kali anda masuk ke rumah ini." Sena mengucapkan terima kasih dengan tulus dan duduk di atas tempat tidur sambil memakan sarapannya. Pelayan membuka tirai kamar Sena supaya cahaya matahari masuk dan mulai merapikan kamar Sena. "Para pelayan mendukung anda untuk bekerja, jika anda di rumah terlihat seperti tidak punya semangat hidup. Kami semua merasa bersalah karena tidak bisa menghibur anda." Semua pelayan di rumah tahu mengenai perselingkuhan Ducan dan kesedihan Sena, namun mereka tidak bisa ikut campur dan hanya bisa menutup mata dan telinga. Sena di masa lalu juga lebih banyak mengurung diri di kamar atau tidur sampai larut hingga mata bengkak karena air mata lalu bangun agak siang, tidak ada yang menegurnya di masa lalu. Sena menghela napas. "Aku minta maaf sudah membuat kalian repot." "Aduh, tidak apa. Itu sudah menjadi tugas kami untuk memperhatikan tuannya. Ngomong-ngomong, nyonya. Selamat sudah bekerja, tukang masak sudah membuatkan sarapan enak supaya anda bertenaga dan semangat bekerja. Sopir juga sudah membersihkan mobil supaya nyaman anda duduki." Kedua mata Sena terbelalak. "Sopir? Tidak usah, aku bisa naik angkutan umum." "Ya Tuhan, nyonya. Jangan naik angkutan umum, berbahaya. Anda sejak kecil hidup dengan sendok emas, jangan melakukan hal yang berbahaya." Orang tua Sena memang seorang pengusaha dan dulunya dia dimanjakan, hubungan mereka menjadi renggang karena orang tua menjual dirinya ke keluarga Emrick. Sena kecewa namun tidak bisa membantah ucapan orang tua. Sena memang tidak pernah naik angkutan umum namun sangat aneh jika dirinya naik mobil mewah saat pertama kali bekerja. Pelayan teringat sesuatu lalu membahasnya pada Sena. "Nyonya, sebentar lagi ulang tahun tuan besar. Anda harus menangani pesta seperti biasanya, apakah anda tidak lelah?" "Apakah ayah mertua setuju aku menanganinya lagi?" "Ya, siapa lagi yang bisa dipercayakan selain menantu? Anda jangan merasa minder hanya karena pelakor bisa masuk ke dalam rumah ini." Sena tersenyum canggung. "Saya akan menunggu perintah anda dan mempersiapkannya dengan baik." "Ya, terima kasih." Saat Sena sibuk di dalam kamar bersama pelayannya. Natasha mengeluh pada Ducan. "Aku merasa para pelayan tidak menghargai aku sebagai pasangan kamu dan ibu anak kita." Ducan yang sedang berdiri di depan cermin dan memperbaiki dasinya, bertanya pada Natasha. "Apa yang bisa diandalkan dari para pelayan? Mereka hanya pekerja di rumah kita." Natasha tidak suka dengan jawaban suaminya. "Apakah kamu tidak ingin aku dihargai di rumah ini?" "Sejak kamu masuk ke rumah ini dan disetujui ayah, mereka harus menghormati kamu. Tidak perlu khawatir, lebih baik kamu tunjukkan bisa menjadi menantu yang baik untuk ayah." "Hm? Bagaimana caranya?" "Kamu tidak dengar perkataan Sena kemarin mengenai ulang tahun ayah? Sebentar lagi acara akan diadakan dan biasanya Sena yang mengurus semua, sekarang wanita itu mulai bekerja dan jarang ada di rumah. Bukankah kamu bisa menggantikan posisinya dengan baik?" Natasha tersenyum licik. "Kenapa aku tidak memikirkan hal itu?" "Lakukan pekerjaan dengan baik dan bicara ke para pelayan di sini, rencanakan dengan baik lalu buat mereka terkesan. Kamu 'kan mantan sekretaris. Sena tidak bisa sebanding dengan kamu jika bekerja soal ini, bukan?" Natasha memeluk Ducan dengan bahagia. "Wah, terima kasih sudah memberikan nasehat kepadaku. Aku tidak akan mengecewakan kamu, suamiku. Demi masa depan kita." Ducan mendorong Natasha dengan jijik dan menjawab dengan asal-asalan. "Ya, lakukan sesuka kamu." Natasha tidak keberatan dengan perlakuan Ducan terhadap dirinya selama hamil pewaris Emrick, dia semakin ingin mengobarkan perang kepada Sena supaya bisa menjadi nyonya di rumah Emrick. Ducan dan Natasha menuruni tangga bersama lalu melihat Sena yang berdiri sendiri di halaman rumah, mobil Ducan sudah menunggu di depan mereka. Ducan tidak mau melihat Sena dan mencium pipi istri sirinya, Natasha merasa menang. Ducan masuk ke dalam mobil dan jalan meninggalkan rumah. Natasha menaikan dagu dengan angkuh sambil membelai perutnya yang masih rata. "Sepertinya Ducan sangat menyayangi ibu dan anaknya. Ha- Ducan memang pria romantis, aku beruntung mendapatkannya." Sena mengabaikan Natasha dan balik badan ketika mendengar suara kursi roda ayah mertuanya. Natasha tertawa keras. "Hanya karena kamu istri sah, bukan berarti bisa menginjak aku. Ducan sudah menyatakan dengan jelas siapa pilihannya, kamu jangan pernah berharap dia akan kembali." Ayah Ducan yang duduk di kursi roda berdehem lalu menyindir keras Natasha. "Ternyata wanita yang otaknya hanya di s**********n pria, tidak pernah bisa berpikir dengan baik. Sena, menantu kesayangan ayah. Apakah kamu senang akan bekerja hari ini?" Natasha terkejut lalu balik badan. "A- ayah." "Siapa yang kamu panggil ayah? Anak dan menantu aku hanya satu." Natasha terdiam lalu menundukkan kepala. Sena menjawab dengan wajah bahagia. "Terima kasih sudah memberikan kesempatan, saya tidak akan mengecewakan ayah." "Memang harusnya begitu, jangan lupa untuk mengurus acara ulang tahun ayah mertua kamu ini," kata ayah Ducan. Natasha maju. "Tuan, Ducan sudah menyerahkan acara ulang tahun anda kepada saya jadi-" "Siapa yang ulang tahun sehingga kamu berani bicara seperti itu?" Tanya ayah Ducan. Natasha menjawab. "Ducan adalah anak anda dan juga pewaris anda." "Putraku memang pewaris, namun Sena juga menantu. Kenapa kamu percaya diri sampai ingin menginjak menantu aku? Apakah kamu tidak ada rasa hormat kepada yang lebih tua hanya karena Ducan?" Tanya ayah Ducan. Mobil rolls royce ayah Ducan sudah datang, Adrian membantu buka pintu penumpang bagian belakang, Sena mendorong kursi roda ayah mertuanya dan membantu Adrian supaya ayah Ducan bisa masuk ke dalam mobil. Natasha hanya bisa menonton tanpa melakukan apa pun, tidak berani pergi supaya tidak dimarahi ayah mertuanya. Ketika mobil sudah ditutup dan Adrian duduk di samping sopir, pintu kaca mobil dibuka. Ayah Ducan mengingatkan Sena kembali. "Jika kamu butuh sesuatu untuk acara ulang tahun, bisa bicara ke kepala pelayan." Sena mengangguk singkat. "Baik, ayah." Natasha yang mendengar itu menjadi marah lalu pergi meninggalkan Sena sendirian di depan. Sena termenung sedih. Kenapa ayah mertuanya baik di kehidupan sekarang? Di semua kehidupan lamanya, ayah mertua tidak pernah peduli pada kondisinya yang lemah karena perselingkuhan Ducan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN