Nevan keluar dari mobil menutup pintu mobilnya secara perlahan sambil memperhatikan orang-orang yang tengah berkumpul di satu titik. Nevan beralih memperhatikan halte bus untuk mencari-cari keberadaan Fazra dan Nia dan sayangnya mata nya tidak menangkap kehadiran dua anaknya. Mungkin karena terlalu banyaknya orang yang berkumpul, pikir Nevan. Bukan hanya di tengah jalanan saja, banyak orang-orang yang sedang berdiri di halte bus, bahkan sampai naik ke atas kursinya. "Kenapa ya, pak?" Tanya Nevan pada seorang bapak-bapak yang berdiri di depan mobilnya. "Ada yang kecelakaan, anak sekolah." Tangan Nevan yang sedang memainkan kunci mobilnya terhenti seketika. "Anak sekolah?" Bapak-bapak tersebut menoleh dan mengangguk. "Tadi di situ ada dua anak sekolah, laki-laki sama perempuan. Nah,

