Chapter 24

1138 Kata

Beberapa hari berlalu, Fazra belum juga sadarkan diri. Nevan terlihat begitu frustasi sementara Reya hanya bisa berdoa agar Fazra lekas sadar. Selama itu pula yang sering Nia lakukan ketika berada di rumah sakit adalah mengintip keadaan Fazra dari balik kaca. Nia masih belum berani masuk untuk menemui Fazra. Nia melirik Nevan yang sedang berbicara dengan dokter. Tentang Nevan, Nia juga belum ada berbicara pada Ayahnya. Entah karena Nevan kecewa dengan dirinya atau karena Nevan terlalu sibuk memikirkan Fazra. "Kondisi tubuhnya menurun, walaupun tidak drastis tetap saja itu sangat berbahaya. Semakin hari kondisi tubuh Fazra kian menurun, kalau terus-terusan seperti itu..." Dokter tersebut sengaja mengantungkan kalimatnya menatap Nevan yang sedang memperhatikan ke arah pintu ruangan Fazra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN