Pukul siang Elana sudah berada di depan salah satu ruko yang memang menjadi tempat di mana sang peramal membuka usahanya sesuai kartu namanya namun sayang ruko itu malah di isi dengan orang lain yang bukan dirinya. Saat itu juga Elana merasa sangat di bohongi karena sudah jauh datang ke tempat ini tapi hasilnya nihil hingga membuat dirinya menangis karena tak mempercayai perkataan Attala kemarin yang menganggap peramal itu adalah seorang penipu. Elana merasa sangat menyesal karena ia lebih memikirkan rasa penasarannya di bandingkan mempecayai orang- orang di sekitarnya saat ini. kini Elana merasa yakin apa yang terjadi nantinya kepada Attala dan juga dirinya semuanya tak akan benar- benar terjadi. Kini Elana sudah berada di dalam taksi dan ia memutuskan untuk pulang ke rumah dan berniat

