Chapter 51

2244 Kata

Pukul dua belas siang Attala baru membuka matanya setelah semalaman ia tidak bisa memejamkan matanya karena pikirannya masih saja tertuju pada Elana. Sudah beberapa hari ini memang Attala masih memikirkan sosok Elana tapi ia sendiri pun tidak berani mengusik wanita yang sudah berhasil membuat harinya menjadi terasa hening, kosong dan terasa sepi. Wanita yang berhasil membuat dirinya selalu ingin tahu bagaimana kabarnya di sana, wanita yang membuat Attala rindu menghabiskan waktu berdua dengannya. “Drrrttt..” Attala mulai terbangun ketika beberapa kali ponselnya terus bergetar hingga mengusik tidurnya. Lelaki itu berusaha membuka matanya yang terasa sangat lengket lalu melihat sebuah nama yang tertera di layar persegi yang menunjukkan nama Tyas di sana. Sejak kejadian hari itu Attala senga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN