Chapter 52

1007 Kata

Sekitar satu jam sudah Attala dan Mama Elana menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dan hal tersebut tentu saja membuat lelaki itu merasa canggung apa lagi dirinya teringat sudah membuat kesalahan yang begitu fatal pada Elana. “Nak Attala, seharusnya kamu tidak perlu repot-repot mengantar Tante untuk pulang ke Bandung,” kata Mama Elana membuka obrolan di antara mereka saat mobil Attala sedang berhenti di lampu merah yang berada tepat di perempatan jalan. “Tenang saja Tante, saya merasa tidak di repotkan kok lagi pula saya memang berniat melakukan ini semua untuk mendapatkan permintaan maaf dari Tante dan juga Elana atas apa yang sempat terjadi di antara kita,” jawab Attala sambil tersenyum sungkan di hadapan Mama Elana. “Sebenarnya kami sudah memaafkan kamu Nak Attala hanya saj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN