Elana yang sedari tadi mengintip dari balik tirai jendela kini hanya bisa menatap kepergian Attala dan juga Tyas yang pergi meninggalkan Rumahnya. Ia menatap nanar kepada Tyas yang selalu bergelayut manja di lengan Attala sedangkan Attala diam saja mendapatkan perlakuan seperti itu, hingga membuat hati Elana terasa semakin sakit melihat pemandangan keduanya yang tampak manis untuk mereka yang sedang di mabuk asmara. “Apa- apaan mereka berdua? Apakah tidak malu bersikap demikian di rumah orang?” gerutu Elana yang tidak suka melihat sikap keduanya sejak sampai di rumahnya. Wanita itu pun memutuskan segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat karena mulai terasa mengantuk setelah melihat sang Mama mengantar keduanya sampai ke depan pintu gerbang rumahnya. Sesampainya di kamarnya Elana langs

