Attala kini sudah sampai di Kantornya dalam keadaan lesu dengan pakaian acak- acakan karena tadi ia sempat berlari menuju rumah Tyas. Beberapa orang yang ia lewati berusaha untuk menyapa Attala yang akan menuju ruang kerja sih Bos hanya saja Attala membalasnya dengan tersenyum tipis. Sungguh kalau boleh Attala memilih dirinya tak ingin kembali masuk ke Kantor hari ini dengan keadaanya seperti ini. “Permisi, Pak Kemal.” Setelah Attala mengetuk pintu dan di persilahkan masuk oleh sang Bos, lelaki itu membuka pintu ruang kerja beliau lalu masuk ke dalam. “Attala, akhirnya kamu sampai juga sini duduk, Ta,” sambut sang Bos ketika melihat Karyawan kesayangan yang baru saja datang ke Perusahaannya. Beliau yang tadinya sedang fokus dengan layar persegi di depannya kini melemparkan pandangannya k

