Kamilla menjatuhkan buku yang dia pegang saat mendengar kabar heboh di sekolah. Luna yang mengerti kondisi di sana menatap simpati pada Milla yang mematung kaku. Ayah Kiara meninggal dunia.... Bukan hanya itu, tetapi juga televisi menayangkan kabar kematian Letnan Iqbal tadi subuh dan siang ini jasadnya akan di bawa ke Sukabumi untuk di makamkan di salah satu TPU yang berada di kota kelahirannya. Milla merasa bumi yang dia pijak mendadak berhenti berputar, semuanya seakan berhenti. Kali ini tunggulah aku... Kata-kata terakhir Iqbal masih terngiang di telinganya begitu juga dengan senyumannya yang selalu Milla rindukan. Dan ternyata itu adalah senyuman terakhir darinya. ‘Kenapa?’ batin Milla menjerit, rasanya

