~Author~ Ini sudah 3 harinya Iqbal dan para anggotanya sibuk melacak teroris dari luar Negara yang menyimpan bom dimana-mana. Bahkan di pusat perbelanjaan. Banyak korban berjatuhan dan berita menyebar luas di televisi. Masyarakat menjadi terancam dan merasa tak tenang. Para tentara dan juga polisi bekerja sama untuk mencari dalang dari aksi pengeboman ini. Iqbal sibuk hingga dia tak pernah pulang dan mengirimkan beberapa anggotanya untuk melindungi Intan, Kiara dan juga Milla. “Letnan, ini ada kabar terbaru.” Seorang tentara memasuki ruangan Iqbal dan menyerahkan sebuah dokumen biru padanya. Iqbal membacanya dengan seksama, dan dia masih ingat jelas ajaran Djavier mengenai menangani musuh yang licin seperti ini.

