~Kamilla~ Malam sudah larut, bahkan mesjid sudah sepi karena semua orang sudah selesai melaksanakan solat Isya. Sejak Ashar tadi aku diam di sini, berdzikir dan memohon petunjuk Allah. Aku merasa sudah sangat lelah dan putus asa. Hatikupun sudah terlalu lama tersakiti dan terluka. Kenapa tak ada perubahan apapun yang bisa aku lakukan. Sedangkan aku berusaha hijrah selama 7 tahun ini hanya untuk melupakan dia. Suasana mesjid sudah sangat sepi bahkan lampunya sebagian sudah di matikan. Aku sudah harus pulang. Untungnya rumahku dari sini tak terlalu jauh. Aku melepaskan mukenaku dan melipatnya. Aku bergegas untuk pulang dan menghapus air mataku. Berada di sini sungguh damai dan tentram. “Kamila.” Panggilan itu menghentikan gera

