~Intan~ Malam itu Aa pulang dengan wajah lesu dan tak bersemangat. Bahkan saat aku menyapanya, dia hanya tersenyum kecil dan memilih langsung memasuki kamarnya. Ya, kami memang sudah pisah ranjang, aku yang memintanya karena aku tak bisa tahan lagi terus menatapnya yang hanya terfokus pada wanita lain. Aku pergi ke dapur untuk menghangatkan makan malam untuk Aa. Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat dan aku menoleh dimana Aa sudah berdiri di belakangku dengan senyuman kecilnya. “Makan A.” “Tidak, aku tidak lapar.” Dia berjalan menuju kulkas dan mengambil botol berisi minuman dan menuangkannya ke dalam gelas kosong. “Emmm, apa ada masalah?” tanyaku memberanikan diri. Karena Aa tampak banyak sekali beban. “Tidak, aku akan beristirahat.” Aa me

