"Bagaimana kita mengatakannya pada Sean?" "Kita tidak bisa menutupi kenyataan darinya." "Apa sebaiknya ditunda saja? Ia masih belum sehat sepenuhnya." "Kita tau sifat Sean. Menutupi ini semua darinya hanya akan memancing perpecahan di antara kita karena Sean mengira kita berkhianat." Pembicaraan yang dilakukan oleh keempat lelaki di ruang rawat itu terdengar oleh Sean yang sudah sadar namun memilih untuk tetap memenjamkan matanya. Sean membuka matanya dan berharap ketika ia membuka mata, ia akan berada di kamar Sara dan wanita buta itu masih terlelap dalam tidurnya. Sean akan mengawali paginya dengan wajah nyenyak Sara, menyadari betapa ia semakin mencintai wanita itu di tiap harinya. "Sean sadar." Sahut Morgan. Keempat lelaki itu berdiri mengelilingi Sean dengan raut wajah yang ber

