Happy Family

1870 Kata

Tiga bulan berlalu, Qila hidup dengan limpahan kebahagiaan. Dulu, tidak pernah sekalipun dia berpikir akan memiliki kehidupan seperti saat ini. Baginya, cukup dia, bunda dan neneknya hidup bahagia, sudah cukup. Hidup bersama dengan sang ayah sama sekali tidak pernah terbesit, baginya dia hanya butuh bertemu sang ayah untuk mengusir rasa penasarannya. Tapi kini rasa syukur saja terasa begitu kurang setelah Tuhan memberikan banyak kebahagiaan untuknya. Orang tuanya yang kembali bersatu, kakek dan nenek yang begitu mencintainya, pacar yang baik dan jangan lupa dengan calon adiknya. Iya, bundanya, Amira. Tengah hamil lima minggu. Sebuah kejutan yang tidak pernah dibayangkan. Sejak Amira melahirkan Qila, dia memang tidak menggunakan a**************i, karena dia juga tidak membutuhkan itu, to

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN