Pulang

1911 Kata

Qila merapihkan barang-barang yang akan dia bawa ke kampus. Sudah waktunya dia berangkat. Hari ini adalah hari terakhir ujian. Berharap semuanya lancar. Axel mengirimnya pesan jika mereka akan berangkat masing-masing. Meskipun pesan tersebut biasa saja, entah mengapa Qila merasa sedikit aneh.  Turun dari bus, Qila merasakan ponselnya bergetar cukup lama. Segera dia rogoh tasnya dan ternyata telepon dari sang bunda. "assalamualaikum bunda" salam Qila sambil terus melangkah. "Ila, ini nenek" "nenek?" "iya. Kamu kapan pulang?" "emang kenapa nek?" Qila malah balik bertanya. "bunda kamu sakit. Cepet pulang ya La. Kalau belum pesen tiket, cepet pesan yang penerbangannya paling cepet harinya" Bagaikan disambar petir dicuaca cerah, jantung Qila rasanya benar-benar sudah loncat mendengar uc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN