Beberapa tahun kemudian... Keenan's POV Aku menatap pada pemandangan di depanku. Anak-anak kecil yang berlari sambil tertawa ternyata mampu mengeluarkan senyumku. Mereka tidak peduli dengan apa yang terjadi disekitar, yang mereka pedulikan hanyalah, mereka bahagia karna hanya dengan berlari mengejar satu sama lain. Aku meringis sedikit. Merasa rindu akan saat-saat dulu. Saat dimana aku menangis karena terjatuh dan lututku berdarah. Dan pada saat itu, mama akan berlari ke arahku sambil berteriak histeris, lalu memarahi aspal habis-habisan. Tidak seperti sekarang, aku menangis bukan karna jatuh di aspal. Melainkan jatuh pada orang yang salah. Jatuh cinta? Itukah yang aku rasakan dulu? Itukah yang aku rasakan selama ini? Atau itu hanya sekedar obsesiku? Lagi-lagi aku meringis. Melanjutka

