* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Cewek itu berjinjit dan memegangi kedua pundak Devon. Dia mengecup bibir kekasihnya singkat sebelum menjauh dan tersenyum manis. “Happy anniversarry, Sayang.” Yang dicium malah masih mengerjapkan mata, bingung. Rasa senangnya karena hasil pengumuman itu terasa mengudara entah kemana karena kemudian, Devon mebelalakkan mata saat ingat sesuatu. “Damn, hari ini kita annive?” “Yup.” “Sayaaaang,” Devon maju untuk merengkuh tubuh pacarnya, dia peluk dan ciumi pundaknya. “Maaf, aku gak inget.” “Ih, gak papa, tahu. Aku juga tahu kamu lagi konsen ke SBM jadi gak sempet inget annive.” “Maaf, ya.” “Iyaaa.” “Aku gak punya kado buat kamu.” “Gak papa.

