* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Di sepanjang perjalanan, rasanya telinga Raras pengang sendiri karena Radit gak berhenti mengoceh. Kayaknya, sang adik satu-satunya yang Raras punya itu berisik mulai dari masuk mobil, ngeluarin dari halaman rumah, sampai deket sama rumahnya Devon, dia gak berhenti ngomong. Tapi jangankan cuman sekedar ngomong, masalahnya apa yang dibicarin oleh Radit gak lain dan gak bukan adalah nasihat-nasihat yang sebenernya udah Raras hafal dari luar kepala. Radit udah ngomongin ini ke seribu kalinya dari mulai Devon berani pdkt-in dia dulu banget, dan sekarang diulang lagi. Baru Raras menutup pintu dan masuk mobil, dia yang hendak menaruh tas bawaannya di jo

