ch 51

3289 Kata

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Devon paham sekali kenapa Raras bertanya begitu, tapi kali ini, biarkan dia bertindak dalam diam saja. Ada sesuatu yang gak bisa diucap dengan kata dan lebih baik dipendam dalam hati saja, kan? Begitu pula saat ini. Apa yang membuat Devon tiba-tiba diam, padahal sebelumnya dia masih jadi seorang Devon Artama yang jago gombal dan suka cari perhatian, adalah pesan masuk yang tadi sempat dia lihat di hape Raras. Bukan pesan biasa, karena kalau pesan biasa, dia gak bakal tiba-tiba diem, kan? Tadi ketika mereka berdua lagi asik bercengkerama mengenai hari-hari yang mereka lewati tanpa bertukar pesan satu sama lanin, tiba-tiba Raras mengeluarkan ponsel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN