* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * tapi pertanyaan Devon tidak mendapatkan jawaban apapun, melainkan perempuan bernama Raras Jein hanya mengalihkan wajahnya ke arah samping jendela mobil, tanpa memberikan satu kata pun sebagai tapi Devon hafal bukan karena tidak mau memberikan jawaban melainkan karena perempuan itu salah tingkah saat ini. jadi laki-laki itu terkekeh, kemudian bibirnya mengucap suara. "kok pipinya merah?" diiringi dengan suara tawa Devon yang menggelegar di seluruh ruangan mobil, Raras mengerucutkan bibirnya ke depan juga tangannya bergerak memukul pundak si laki-laki. "jangan rese!" "loh kan gue cuman tanya? kenapa sih? gak boleh emang?" "nggak tahu ah males."

