Aku Istrimu

1147 Kata
Kyle mendengus saat dia mendengar istrinya memanggil namanya, dia kemudian mengambil obat yang dokter berikan. "Kau memintaku kembali apakah untuk merawat mu? Jika kau sakit maka pergi ke dokter bukan memintaku pulang ke rumah, kau pikir aku dokter? Kau pikir aku dukun? Kau pikir aku bisa menyembuhkan penyakit?" "Tidak, aku hanya…" "Hanya apa? Kau mengirimku pesan dan bertanya kapan aku pulang, apa kau pikir aku sangat senggang? Kau pikir aku pengangguran?" "Tidak." Rachel menggelengkan kepala. "Maksudku bukan seperti itu." "Bukan seperti itu? Lalu seperti apa? Kau mengirimku pesan dengan begitu antusias, sayangnya aku menikahimu bukan untuk menjadi perawat mu. Jika kau sakit maka pergi ke rumah sakit jangan membuat satu rumah tertular penyakit. Kau hanya membuang-buang waktuku. Tahukah kamu berapa banyak uang yang bisa aku hasilkan dalam satu menitnya? Apakah kamu bisa membayar waktuku yang terbuang itu?" Rachel tertegun, dia istrinya yang dinikahi secara sah tetapi yang dia rasakan bahkan lebih buruk dari pada seorang simpanan. Kyle menghabiskan lebih banyak waktu bersama wanita-wanita lain tetapi dia bahkan enggan untuk memberikan satu menit waktu untuknya. Mengatakan bahwa waktu berharganya terbuang sia-sia. "Aku– aku hanya bertanya karena kamu tidak kembali selama satu bulan." "Oh begitukah?" Kyle mengangkat sudut bibirnya. Dia berdiri di dekat jendela, sinar bulan masuk melalui tirai dan memantul di wajahnya yang putih pucat. "Apakah kamu merasa sangat kesepian? Kau sangat merindukan aku?" Rachel buru-buru menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak seperti itu." Kyle mendengus saat dia mendekat dan menyodorkan beberapa obat di tangannya kepada Rachel. "Bangun, kamu harus minum obat!" Rachel dengan patuh bangun dan duduk sambil bersandar, dia mengambil obat dan air minum yang disodorkan padanya, setelahnya dia menyimpan kembali gelasnya. Kyle buru-buru menjauh kembali dari Rachel seakan takut dia akan tertular penyakit. Tatapannya kemudian tertuju pada bahu Rachel yang terbuka dan kaki jenjang Rachel yang terekspos sedemikian rupa. "Ck, apa kau berusaha menggodaku dengan tubuhmu itu? Bahkan disaat sakit seperti ini kau masih berusaha merayuku? Kau begitu gigih, aku bahkan tidak pernah melihat wanita segigih dirimu. kau pasti memiliki sesuatu untuk kau katakan padaku. Melihatmu seperti ini kau pasti sangat putus asa. Jadi, katakan apa itu?" Rachel yang terkejut buru-buru menutupi bahunya, dia menarik selimut untuk menutupi kakinya. Dia bahkan tidak sadar jika bahu dan kakinya terlihat, mengapa dia dituduh seperti itu? "Mengapa kamu diam? Mengapa kamu tidak menjawab? Mau berapa lama lagi kamu menghabiskan waktuku?" Rachel tertegun, Kyle adalah orang yang sibuk seperti ucapannya, dia bisa menghasilkan uang dalam jumlah besar setiap menitnya, tetapi Kyle masih mencoba kembali ke rumah. Dia tau Kyle sangat tidak suka membuang waktunya yang berharga karenanya setiap kali dia pulang dia hanya akan menidurinya setelah selesai maka dia akan pergi meninggalkannya dengan beberapa lembar uang. Meski begitu, dia ragu bagaimana dia harus mengatakannya bahwa dia membutuhkan bantuannya untuk mengeluarkan John dari penjara. Sekarang dia sakit jadi tidak bisa melayaninya sebagai bentuk pembayaran. Rachel menggigit bibir bawahnya, rasa malu dan cemas datang seperti air pasang. "Apakah kamu bisu?" Kyle berbicara dengan ketus, melihat Rachel yang melamun dia merasa agak kesal. "Aku pikir aku menikahi wanita normal, apakah aku keliru? Ataukah sakit membuatmu menjadi bisu?" Rachel buru-buru menggelengkan kepala. "Tidak, itu… begini… sebenarnya…" Kyle mencondongkan tubuhnya, dia meraih dagu Rachel dan mata almondnya menatap mata biru milik Rachel seakan menembus ke dalamnya. "Jadi, katakan padaku mengapa kamu menghubungiku? Jangan membuatku terus mengulangi pertanyaan yang sama." Rachel menelan ludah dengan susah payah, jari-jarinya bertautan di bawah sana. "Begini, itu.. saudaraku John tertangkap polisi karena berjudi, bisakah kamu membebaskannya dari penjara? Bibi sudah berbicara dengan pihak kepolisian, katanya mereka harus menebusnya kira-kira beberapa puluh juta. Jadi, bibi ingin aku bertanya padamu bisakah kamu membantu?" Setelah Kyle mendengar kalimat itu, kilatan tajam melintas di matanya yang dalam, pupilnya membesar dan kemarahan di wajahnya tidak bisa disembunyikan. Benar saja, apalagi yang wanita ini inginkan selain uangnya. Kyle menarik dirinya kembali. "Ah, karena uang? Kau butuh uang untuk membebaskan saudaramu?" Kyle berhenti sesaat, dia menyapu tubuh Rachel dari atas hingga bawah, senyum mengejek terbit di bibir merahnya. "Rachel, yang kamu miliki itu hanya tubuhmu, tetapi kamu sedang sakit seperti ini jadi bagaimana caranya kamu membayarku kembali? Kau tau bukan tidak ada yang gratis di dunia ini. Dan lagi, meskipun kamu bisa melayaniku dengan tubuh yang hampir sekarat itu, aku rasa aku tidak akan puas." Wajah Rachel yang pucat menjadi lebih pucat dari sebelumnya. Tubuhnya bergetar ketika rasa malu datang padanya. Cengkramannya pada selimut di kakinya mengerat. Satu-satunya yang dia miliki pada dirinya adalah harga diri, tetapi bahkan harga dirinya juga diinjak-injak. Kyle menatap ekspresi di wajah Rachel tetapi dia seakan tidak peduli dan masih melanjutkan. "Aku tidak b*******h terhadap orang sakit dan lagi kau tau bukan banyak wanita cantik di sekeliling ku, mereka memiliki tubuh yang bagus dan sehat, aku bisa memeluk mereka kapanpun aku mau. Jadi, mengapa aku harus tidur dengan wanita sakit sepertimu? Aku tidak ingin tertular penyakit, aku tidak tertarik. Lupakan, aku tidak bisa membantumu." Rachel terdiam mendengar kata demi kata yang Kyle lontarkan, hatinya pahit seakan tercabik-cabik, itu benar bahwa dia tidak memiliki apapun yang bisa dia tawarkan sebagai balasan selain tubuhnya yang sakit yang bahkan sudah tidak bisa dilirik. Benar, bahwa Kyle dikelilingi wanita cantik, siapa yang tidak menginginkan pria seperti dia? Semua wanita mengantri untuknya, tidak perlu susah payah baginya mencari wanita. Jadi, tidak ada alasan baginya untuk tidur dengan orang sakit seperti dia. Tetapi…. Apakah tidak ada cara lain? Rachel mengangkat kepala dengan susah payah, dia menatap Kyle tepat di matanya. "Itu …. aku mungkin sakit sekarang, tetapi aku akan sembuh nanti, jadi saat itu bisakah kita melakukannya? Aku akan berusaha lebih baik lagi untuk menyenangkanmu. Aku akan menjadi istri yang lebih baik lagi untukmu. Aku itu …. saudaraku … aku benar-benar minta tolong." Keyle memiringkan kepalanya dia menatap Rachel dengan tatapan meremehkan. Wanita licik ini, selain menghubunginya karena uang memangnya apalagi? Sekarang dia bahkan merendahkan dirinya untuk beberapa puluh juta. Sangat mengecewakan. "Mengapa aku harus menunggumu hingga kamu sembuh? Hanya untuk melayaniku tidak perlu kamu, masih banyak wanita lain yang dengan sukarela menyerahkan tubuh mereka tanpa harus aku bayar. Jadi, mengapa aku harus mengeluarkan puluhan juta untuk satu kali tidur denganmu? Rachel, itu tidak sepadan. Tidur denganmu untuk satu kali dan aku harus mengeluarkan uang puluhan juta itu jelas sebuah kerugian. Aku tidak suka melakukan pertukaran yang tidak sepadan." Tubuh Rachel semakin gemetar, bulu mata panjangnya berkedip menahan air mata yang hampir keluar. Lagi dan lagi, meskipun ucapan Kyle menyakiti hatinya tetapi semuanya benar. Semua wanita yang mengejarnya rela menyerahkan diri mereka tanpa harus dibayar, dan dia meminta puluhan juta untuk sekali tidur dengannya. Itu benar bahwa Kyle mengalami kerugian. Tetapi, dia istrinya. "Aku istrimu." Rachel tiba-tiba menegaskan. "Aku wanita yang kamu nikahi, aku bukan wanita yang mengejarmu tetapi kamu menikahiku, meskipun pernikahan kita bukan karena cinta tetapi tetap saja secara sah kamu suamiku, mereka memang menyenangkanmu di atas ranjang tetapi mereka hanya wanita yang seperti itu. Sedangkan aku istri sahmu. Mereka bukan apa-apa selain kekasih dan simpanan."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN