33 Crazy! ”Fikri haus banget.” ”Astagfirullah!!” Eya menjauhkan kepala Zoffan dengan tangannya. Dirinya begitu kaget saat lelaki itu—tanpa Eya sadari—sudah menunduk di sisinya yang tengah menyusui Fikri. Ibu baru tersebut tidak nyaman ada orang yang melihatnya. Zoffan justru menciptakan genderang di d**a Eya sebab lelaki itu mencium punggung tangan Eya sebelum menggenggamnya dengan hangat. Lelaki itu kembali mengawasi kegiatan Fikri di d**a Eya. ”Kalau seperti ini terus dia rajin minum ASI, bentar juga udah gede. Ya enggak, Han?” tanya Zoffan tanpa menuntut jawaban. Pasalnya, ia begitu terpesona oleh bayi mereka. ”Namanya juga bayi. Makan, tidur, menangis, dan buang air. Pertumbuhan bayi juga tidak disangka-sangka. Sebentar lagi dia udah lari-lari aja bareng temannya.” Eya men

