32 Welcome to Our World, Baby Saat kontraksi semakin menyakitkan, dia datang dan mengucapkan kata maaf. Maaf. Satu kata itu tak pernah Eya bayangkan akan dia dengar dari bibir suaminya. Eya tidak mengerti kenapa ia tidak menginginkan kata maaf. Justru Eya ingin mengucapkan maaf kepadanya. Semalam ia begitu menginginkan Zoffan di sisinya. Eya mau lelaki itu melihat betapa Eya harus menanggung sakit akibat perbuatannya. Lebih dari itu, Eya begitu mengiba sebab hari yang ditunggu-tunggu Zoffan, hari kelahiran anak mereka, terjadi saat Zoffan tidak ada di samping Eya. Eya ingin menghubungi Zoffan, tapi tidak menemukan ponsel. Handphone itu sudah hancur. Bangkainya mungkin telah dibuang oleh uminya. Menahan rasa sakitnya, Eya menangis karena menyesal telah begitu emosi. Dan apa it

