Pagi ini suasana hati Harsa sedang baik. Sesekali ia tersenyum tipis begitu mengingat paginya hari ini bersama Nala. Hari ini asisten rumah tangganya masih pulang kampung, dan Nala yang memasak untuknya. Harsa tidak menyangka kehidupan pernikahannya akan sehangat dan semenyenangkan ini. Menikah dengan Nala membuat hari-harinya damai. Ia pikir menikah dengan wanita bisu akan membuat hari-harinya sulit. Harsa juga tidak berharap lebih dengan pernikahan ini. Tujuannya menikah dengan Nala hanya agar ia bisa sembuh dari insomnianya sekaligus agar ia bisa menjadi pewaris sah perusahaan. Namun hal yang ia dapat justru melebihi ekspektasinya. Gadis itu, meski Harsa tidak bisa mendengar suaranya dan kadang kala membuat Harsa bingung apa yang ingin dikatakan gadis itu padanya, namun Harsa menikm

