Senin pagi, dan Nala pergi ke kantor dengan tergesa-gesa. Tadi saat di meja makan, dia sempat terlibat negosiasi yang alot dengan Harsa. Pria itu memaksa untuk mengantarnya ke kantor, namun Nala menolak. Bukannya apa-apa, dia hanya tidak nyaman. Terlebih mobil yang biasa dikendarai pria itu pasti akan menarik perhatian teman-teman karyawannya. Dia hanya tidak mau mengundang banyak pertanyaan. Kondisinya yang bisu ini saja sudah mengundang banyak pertanyaan, dia tidak mau mengundang lebih banyak perhatian lagi. Karena negosiasi yang alot itulah, Nala jadi kesiangan. Ia berjalan dengan tergesa-gesa menuju halte terdekat, tadinya ia ingin naik taksi karena akan lebih cepat sampai. Tapi karena tidak kunjung menemukan taksi, Nala pun memutuskan untuk naik bus. Dengan langkah tertatih-tatih,

