Bab 12 Kejutan

1447 Kata

Rapat yang sudah berlangsung selama lima belas menit itu, hanya diisi oleh suara orang-orang yang tak dikenalnya. Udara dingin yang berasal dari air conditioner, malah menambah rasa kantuk yang sedari tadi Hanna tahan. Beberapa kali ia mencubit lengannya sendiri agar tetap sadar, tatapan yang terus mengarah pada kertas di tangan tak membuatnya bisa fokus. Semalam lagi-lagi Hanna tidak dapat tidur, beban pikiran membuatnya tidak bisa menutup mata. Karena begitu ia melakukannya, maka kegelisahan akan muncul. Belum lagi masalah Mario yang hingga detik ini, tidak bisa dihubungi apalagi membalas pesan-pesannya. Kurang lebih sudah sembilan harian, Mario pergi tanpa jejak. Pria itu tidak mungkin pergi, karena paspor miliknya tertinggal di dompet Hanna. Tanpa sadar helaan napas keluar dari mulut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN